TEKNIS DAN STATISTIK

PROYEKSI
Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Turen berdiri pada tahun 1966 dengan jumlah Warga Jemaat hanya berkisar 25 Kepala Keluarga. Bangunan untuk beribadat saat itu hanya berukuran 8 m x 25 m. Seiring pertumbuhan jumlah penduduk, Warga Jemaat pun semakin bertambah. Hingga tahun 2019 jumlah Warga Jemaat mencapai 229 Kepala Keluarga atau 741 jiwa. Tingkat kehadiran dalam beribadah untuk di tahun 2019 mencapai + 300 orang saat ibadah rutin dan mencapai + 480 orang saat ibadah-ibadah khusus.
Dengan kondisi seperti itu maka pertumbuhan dan perkembangan jumlah Warga Jemaat ini perlu untk diproyeksi kedepannya untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan.
Perhitungan dan kajian proyeksi yang dilakukan Panitia menggunakan beberapa metode agar didapat hasil yang paling mendekati. Panitia memproyeksikan pertumbuhan dan perkembangan ini untuk 50 tahun dari tahun 2019.
Hasil yang diperoleh adalah ; di tahun 2070 jumlah Warga Jemaat mencapai + 1.000 jiwa atau + 330 KK, tingkat kehadiran di ibadah rutin mencapai + 500 orang dan mencapai + 800 orang dalam ibadah-ibadah khusus.
Perhitungan proyeksi juga dilakukan pada hal-hal yang mendukung kegiatan warga, seperti kendaraan yang dipakai Warga Jemaat dan tingkat kehadiran dalam kegiatan-kegiatan bergereja (non-ibadah).
Dengan proyeksi di segala sisi ini, dan melihat kondisi gedung saat ini maka Panitia mengambil kesimpulan bahwa tahun 2020 adalah saat yang tepat untuk merenovasi gedung gereja dan membangun gedung sarana pendukung, agar anak cucu Jemaat dapat memanfaatkan area gereja dengan baik di masanya.

LAHAN
Gedung gereja GKJW Turen dibangun pada tahun 1966 dengan ukuran 8 m x  25 m, di atas tanah seluas 572 m2. Pembenahan dan renovasi gereja yang bersifat lokal area terus dilakukan dengan maskud untuk menambah daya tampung Warga dalam beribadah dan untuk kenyamanan dalam beribadah.
Tahun 2016, Warga Jemaat mengembangkan area gerejanya dengan membeli lahan yang berhimpit dengan lahan gereja lama. Lahan seluas 417 m2 tersebut lalu difungsikan untuk kegiatan-kegiatan bergereja.

TATA RUANG
Dari hasil proyeksi dari berbagai sisi dan melihat kondisi yang ada di GKJW Turen di tahun 2019, maka Panitia merancang gedung gereja dengan ditunjang gedung sarana penunjang yang dapat mendukung kegiatan-kegiatan bergereja. Perencanaan secara teknis juga mengacu pada proyeksi untuk 50 tahun kedepan. Maka disusun dan dibuatlah masterplan. Salah satu tujuan dari masterplan ini, agar dalam kurun waktu hingga 50 tahun kedepan tidak ada lagi perubahan-perubahan bentuk yang mendasar. Meskipun pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap, semua pelaksanaan itu tetap mengacu pada masterplan yang ada, tidak berdasarkan keinginan atau selera pelaksana pekerjaan pada saat itu.
Berpijak dari masterplan tersebut, maka area GKJW Turen kedepannya akan tersedia ;
  a.  Gedung ibadah satu lantai ditambah dengan balkon, sehingga akan dapat menampung + 800 orang dalam satu ruang ibadah.
  b.  Gedung gereja yang ramah lingkungan, ramah bagi penyandang disabilitas dan kental dengan nuansa etnik Jawa.
  c.  Gedung penunjang yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya Warga Jemaat dalam kegiatan bergereja, seperti kelas-kelas Sekolah Minggu, ruang rapat, ruang kesehatan, ruang konseling, area bazar, area parkir dan bahkan tersedia ruang/tempat bermalam bagi tamu-tamu khusus gereja.